mimbar rias tuanku
Wahai engkau,
Tuan...
yang sibuk menata barisan,
memaksa kami tunduk dan patuh,
berseragam, berparuh militan.
Wahai engkau,
Tuan...
yang sibuk merias wajah rumah ini,
demi tampak asri dan romantis,
berpura-pura saling mengasihi.
Wahai engkau,
Keparat...
yang lupa kami ini manusia,
melipat diri, mematahkan dada,
demi menampung kebijakan egomu.
Wahai engkau,
Iblis yang mulia, malaikat yang bajingan.
Bodohnya engkau,
yang tak mengira
antara kepala hati ada isi tanpa jeda
Cukup sudah.
Kau hanya perlu pura-pura,
membuat kami sedikit merasa
di terima dengan sederhana
sebelum panggungmu runtuh,
usahamu selesai hari ini.
dan tuan bukan juaranya,
tapi tuanlah pialanya
bagi belantara yang butuh
bertahan hidup tanpa bertaruh...
Pomalaa, 20260819
duiCOsta_hatihati
Comments
Post a Comment