reuni dalam pelayatan
Disaat seorang pria telah menikah, maka hakikatnya dia sudah "MATI", sebab seluruh hela napas dan jerih payahnya kini telah dihibahkan hanya demi membahagiakan istri dan anak-anaknya. Namun, layaknya kearifan ala Abu Nawas yang kerap menyembunyikan kebenaran paling dalam di balik selimut kelakar, "kematian" seorang suami bukanlah sebuah tragedi yang meratap, melainkan sebuah makrifat pengorbanan yang disambut dengan senyum ikhlas. Maka, jangan heran bila pada suatu malam di sudut pos ronda, di mana aroma kopi hitam beradu dengan gemeretak kartu remi, terdengar sebuah tanya yang memecah hening. "Mengapa bapak-bapak yang sudah letih bekerja seharian masih saja sibuk kumpul-kumpul sampai larut malam?" tanya seorang pemuda yang baru saja memasuki gerbang pernikahan, matanya memancarkan keheranan atas tingkah para seniornya. "Apakah ini sekadar pelarian dari riuhnya suara tangis bayi dan omelan rumah tangga?" Orang tua berpeci yan...