Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

patologi lima perkara

Selama hampir seperempat abad melangkah, berdiri, dan mengamati gelombang manusia dalam labirin industri, menyaksikan megah berdirinya entitas hingga meratapinya saat karam menjadi puing, aku sampai pada sebuah muara pemahaman bahwasanya keruntuhan sebuah persekutuan kerja jarang sekali disebabkan oleh kemiskinan akal atau ketiadaan intelegensi. Sejarah pertukangan manusia mencatat bahwa benteng-benteng megah sering kali dihuni oleh jiwa-jiwa paling cerdas di zamannya, namun rubuh bukan karena gempuran musuh dari luar, melainkan oleh korosi halus yang menggerogoti tiang penyangga secara senyap. Bagaikan penyakit kronis yang merayap tanpa rasa sakit, ia menipu mata dengan paras keharmonisan di permukaan, padahal di dalam organ vitalnya, kesakitan tengah menjalar menuju ajal. Sembilan puluh persen persekutuan yang tercerai-berai sejatinya tidak dibunuh oleh kerasnya zaman, melainkan oleh kemunculan lima patologi mematikan yang dibiarkan bertakhta. Dalam falsafah luhur leluhur Jawa, tempa...

Latest posts

residu dan aku

mimbar rias tuanku

isi hati kepala

Hilang di Sembilan Tahun

Monolog: Renungan Perayaan

tali daki dan ujungnya...

Dahaga

mahkota duri

Catatan Imigran: Keluasan

Abunawas dan Majenun

ngono yow ngono, ning ojo ngono

Maka, biarlah..