kaki tangan kepala, hati
Ia jejak samar yang menjauhkan seluruh isi arah Adakah jalan yang tersemat? Tidak..! Langkahku sesat Tapi aku masih menghayal langkahmu yang teguh itu. dan selalu kunantikan. Ia jemari sepi yang merenggut genggaman isi jiwa Adakah hangat yang tersisa? Tidak..! Tanganku hampa Tapi aku masih merasa sentuhan yang membekas itu, tanpa sisa mengampas. Keduanya labirin sunyi yang dipaksa patuh pada laku membakar seluruh isi kepala Adakah mimpi yang terkabur? Tidak..! Kepalaku pasar libur Tapi aku masih mengingat tatapan yang meratap itu ditengah gemuruh tawar-menawar yang sepi melekat abadi memilih pergi. Dan kini, semua ingatan itu turun perlahan ke dasar jantung menata rumahnya sederhana kembali sebagai kaki tangan kepala kepada hati... Pomalaa, 20260616 duiCOsta_hatihati