Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

reuni dalam pelayatan

Disaat seorang pria telah menikah, maka hakikatnya dia sudah "MATI", sebab seluruh hela napas dan jerih payahnya kini telah dihibahkan hanya demi membahagiakan istri dan anak-anaknya. Namun, layaknya kearifan ala Abu Nawas yang kerap menyembunyikan kebenaran paling dalam di balik selimut kelakar, "kematian" seorang suami bukanlah sebuah tragedi yang meratap, melainkan sebuah makrifat pengorbanan yang disambut dengan senyum ikhlas.   ​Maka, jangan heran bila pada suatu malam di sudut pos ronda, di mana aroma kopi hitam beradu dengan gemeretak kartu remi, terdengar sebuah tanya yang memecah hening.   ​"Mengapa bapak-bapak yang sudah letih bekerja seharian masih saja sibuk kumpul-kumpul sampai larut malam?" tanya seorang pemuda yang baru saja memasuki gerbang pernikahan, matanya memancarkan keheranan atas tingkah para seniornya. "Apakah ini sekadar pelarian dari riuhnya suara tangis bayi dan omelan rumah tangga?"   ​Orang tua berpeci yan...

Latest posts

persetubuhan guru dan murid

celana dalam malaikat

Januari-Juni pada Oktober

kopi sebatang diam

jatuh hati pada jarak

maaf, sekali lagi

No BRA Day

hulu sampah muara samudra

lika liku laku luka laki-laki

salah mengeja

dikutuk untuk abadi

pahit yang manis