Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

cieeee, aku kamu

​Di bibir, aku memuji bahwa Kekasih itu Maha Adil. Namun di dalam hati, aku protes keras ketika keadilanmu tidak berpihak kepada ingin dan anganku. ​Pengakuan paling sadisku adalah: yang kupuja selama ini bukanlah kamu, melainkan berhala dari bayangan diriku sendiri yang merasa tak pernah salah. ​Pantas saja jalan pintas ke surga kita terasa buntu, jalan cepat ke sana terasa panjang berkelok. Jika sejauh ini ruang cinta kita terasa begitu sunyi dan sempit, itu karena aku telah mengusir semua orang yang layak, hanya demi menyisakan aku dan aku untuk menetap dan memenuhi seruang surga itu. ​Pada akhirnya, aku berharap masih ada waktu untuk merayumu kembali, seperti yang sudah-sudah. Agar berhala yang kupahat sendiri runtuh tanpa jasad, dan aku bisa kembali memelukmu tanpa canggung setelah kamu Cemburu. ​Aku rida dihalau dari surga solipsistik rekayasa egoku, demi melarung dan luluh dalam rengkuhan magfirat maha-ada yang kau bentangkan. ​Sebuah rahasia manis yang baru kusadari: petunjukmu...

Latest posts

Mengeja Takdir

Kalian Aku

puisi tak pernah puasa

puncak pencarian

Trnitas yang rabun

kaki tangan kepala, hati

SAPERE AUDE

Enam Enam Dua Enam

Seperti Yang Sudah-Sudah

risalah sunyi

lembar purba di senja baru

hujan yang di rindukan