Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

ngono yow ngono, ning ojo ngono

Teman, Di bawah bayang-bayang menara lonceng tua yang tak lagi berdentang, Lingga dan Yoni mengikat janji tanpa ikrar yang mereka sebut kedaulatan jiwa. Mereka adalah dua tubuh yang bernapas dalam satu irama; berbagi remah roti saat kelaparan, dan saling meminjamkan bahu saat dunia menjadi terlalu berat untuk dipikul. Di mata orang-orang, pertemanan mereka adalah pahatan karang yang tak sanggup digerus ombak, sebuah simfoni kesetiaan yang mustahil disumbangkan oleh iri hati. Namun, sejarah selalu menyimpan ironi yang sunyi: di tanah paling subur tempat cinta tumbuh pesat, racun prasangka menyerap nutrisi yang sama untuk membesar. ​Pertemanan, Sejatinya adalah susunan paradoks yang indah sekaligus mengerikan. Kita membentengi diri dari serbuan musuh di luar, tetapi tanpa ragu menyerahkan kuncinya kepada seorang yang kita sebut karib; kita mengenakan perisai besi di hadapan dunia, namun melepaskannya sepenuhnya saat berdiri di dekatnya. Lingga membuka setiap retak di jiwanya kepada Yoni,...

Latest posts

Maka, biarlah..

Merdeka Setengah Tiang

Singgasana Takhta Sunyi

Kepala, kaki tangan

Perayaan Rasa

lelap laki-laki

aku, sebagian lainnya bukan

Jalan Sembuh

Wangi Busuk Seiring Sejalan

cieeee, aku kamu

Mengeja Takdir

Kalian Aku