Srigala Melolong Rembulan
Di bawah pendar bias siang yang remang, Moralitas diletakkan di atas rak paku, berdebu dan usang. Kita bukan lagi subjek yang mencari makna, Hanya dua mamalia yang lupa cara pakai celana. Posisi ini sungguh filosofis, Sayang. Aku menatap punggungmu, bukan matamu, Karena menatap masa depan itu terlalu berat, Lebih baik menatap belikat sembari berbuat maksiat. Kata Nietzsche, "Tuhan telah mati," Mungkin Beliau hanya sedang tutup mata, Tak tega melihat kita meniru gaya herder tetangga Sambil menggonggongkan janji-janji hampa. "Barangsiapa yang melolong pada rembulan di tengah persetubuhan, sesungguhnya ia sedang melakukan orasi ilmiah tanpa audiens." duiCOsta_20260206 Ouuuwwwoooo! Suaraku melengking, sok puitis seperti serigala, Padahal aslinya cuma rintihan takut ketahuan semesta... Aku melolong pada rembulan yang bulat dan pucat, Mempertanyakan: apakah ini "Kehendak untuk Berkuasa" Atau sekadar "Kehendak untuk tidak pakai kondom" yang celaka? F...