Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

Mengeja Takdir

Tuhan, izinkan aku melangkah mendekati takhta-Mu malam ini. Kubawa sebentuk tanya yang paling rapuh dari lubuk jiwaku, kumohon, pandanglah ia dengan tatapan rahim-Mu yang mahaluas, dan jangan biarkan murka-Mu menyala atas kelancanganku. Ini hanyalah gema sunyi dari seorang makhluk yang sedang tertatih mengeja kehendak-Mu. ​Sebenarnya, ke manakah gerangan perginya doa-doa yang selama ini kualamatkan ke langit? Ke mana larinya seluruh rapalan dan air mata yang kuamanahkan pada angin malam? ​Apakah mereka kini terperangkap di balik labirin takdir yang belum dijamah oleh jemari waktu? Ataukah permohonan bersahajaku ini membeku dalam ruang tunggu semesta, terselip di atas meja misteri kosmis yang begitu sunyi, sebuah tempat yang bahkan batas terjauh dari kesabaran insani pun kehilangan peta untuk menemukan alamatnya? Aku cemas, doa-doaku terdampar dalam senyap, menjadi arsip-arsip bisu di bawah agungnya ketetapan-Mu. ​Ampunilah kelancanganku, Sang Arsitek Semesta. Aku hanyalah s...

Latest posts

Kalian Aku

puisi tak pernah puasa

puncak pencarian

Trnitas yang rabun

kaki tangan kepala, hati

SAPERE AUDE

Enam Enam Dua Enam

Seperti Yang Sudah-Sudah

risalah sunyi

lembar purba di senja baru

hujan yang di rindukan

jubah pion