peluk malam kaum kusam
Sini, bersandar saja. Tak perlu bayar sewa, tak ada tarif yang naik cuma karena hatimu lagi butuh tempat teduh. Di sini tak ada dialektika yang menuntut menang, tak ada garis partai yang memaksa tunduk. Kalau dunia di luar sana terlalu bising membakar amarahmu, melucutilah di bahu ini. Aku tak akan pernah menguasai aset rindumu atau memonopoli hangat pelukan, karena bersamamu, aku sudah memenangkan segalanya tanpa perlu bertaruh. Telanjanglah memeluk aku yang lebih dingin dari tatap matamu. Bergumulah sesukamu karena aku akan me-ruanh sebagaimana bentuk yang kau butuh. Bahkan pucatku tetap akan tersenyum meski samar di sapu angin sembari teduh kita bersetubuh. Jadi, matikan dulu bisingnya revolusi malam ini. Biar seluruh lelahmu, beristirahat tenang tepat di sampingku. Sebelum atau sesudah klimaksmu mengutarakan semua arah yang kau pungut sepanjang hari. Itulah jawaban paling romantis dari malam kepadaku yang beku sepanjang waktu. Karena merasa tak sempat berdiri sudah linglung lagi...