sendal jepit kiri
Di kedalaman debu, di mana hanya sendal jepit beradu dengan tanah merangkak, tersimpan sebuah rahasia langit yang tak terjangkau oleh mahkota. Ia adalah lambang kerendahan yang agung, sebuah jalan sunyi Malamatiyah, di mana pujian dunia adalah racun yang ditolak dan celaan adalah madu yang dirangkul. Kemuliaan jalur kiri, bukan dalam arti kesesatan, melainkan penolakan atas kemuliaan diri, adalah hakikat dari sendal jepit ini. Ia tak pernah menuntut ke kanan sebagai kebaikan, karena ia tahu, semua yang kanan bengkok ke kiri pada akhirnya, dan setiap kiri bisa menjadi jalan lurus menuju-Nya. Permukaan hidup kerap menipu matamu. Manusia sibuk memoles tampak luar, memburu kanan yang mereka anggap suci, tanpa sadar bahwa dalam keagungan yang dipamerkan kerap tersembunyi kesombongan yang melumpuhkan. Sendal jepit berjalan tanpa henti di tempat paling bawah, menampung beban, diinjak tanpa pernah membalas, menyempurnakan langkah tanpa minta dipuja. Di sanalah jalur kiri bekerja: menyembunyik...