Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

lika liku laku luka laki-laki

Ada satu sudut tergelap di dalam dada laki-laki itu, sebuah ruang senyap di mana gelombang paling gemuruh dan keheningan paling bisu saling bertukar tempat. Ketika rasa direndahkan kembali mengetuk pintunya untuk kesekian kali, yang meledak di udara bukanlah niat untuk menghancurkan, melainkan patahan dari bahu yang terlalu lama menahan beratnya dunia. Ia adalah penopang yang tak pernah diberi hak untuk goyah, tempat bersandar bagi banyak kepala, namun sering kali mendapati dadanya sendiri menjelma sasaran empuk bagi belati yang tak kasatmata. Ada kelelahan yang purba di sana, kelelahan yang kerap disalahartikan sebagai amarah. ​Ia lalu membentang jarak, membekukan parasnya menjadi tebing batu yang tak tersentuh, dingin, asing, dan seolah tak lagi peduli pada apa pun yang bernapas di sekitarnya. Namun, di balik topeng besi dan keputusan radikal untuk memutus segala akses interaksi, denyut di dadanya justru bekerja berlipat kali lebih cepat. Di balik dinding isolasi yang ia bangun sendi...

Latest posts

salah mengeja

dikutuk untuk abadi

pahit yang manis

pantai tanpa garis

peluk malam kaum kusam

sendal jepit kiri

Wale, kum Salam

jeda spasi karsa-rasa

Dear, My Noble Adversary!

patologi lima perkara

residu dan aku

mimbar rias tuanku