toga, kepala, ruang, rasa dan kosong
"Kekuasaan membangun takhtanya di atas kulit yang disembah dunia, tetapi sejarah hanya menulis namanya di atas tulang-tulang mereka yang dibutuhkan. Sebab kehormatan adalah sehelai jubah pinjaman yang meluruh bersama senja, sementara kebutuhan adalah urat nadi yang tertanam dalam, yang bahkan setelah pemiliknya tiada, bumi masih meronta memanggil harganya." Manusia, dalam kodratnya yang paling sunyi, adalah makhluk yang gemar memeluk ilusi. Kita kerap mengira bahwa cahaya yang menyinari wajah kita berasal dari dalam diri, padahal ia sekadar pantulan dari kursi tempat kita duduk, jubah yang kita kenakan, atau meja kerja yang memantulkan lampu ruangan. Suatu hari, ketika jabatan itu dilucuti, jubah itu dilipat, dan meja itu dibersihkan oleh tangan orang lain, kita akan dihadapkan pada satu pertanyaan paling mengerikan dalam sejarah kesadaran: siapakah kita ketika atribut-atribut itu lenyap dari badan? Pernyataan satir sekaligus getir di atas, tentang ketakutan te...