Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

di puasakan jarak

Dalam keheningan yang paling purba, jarak bukanlah kutuk, melainkan kawah api penyucian yang membakar kerak-kerak kepemilikan. Ia adalah rahim bagi cinta yang paling suci, di mana Adam dan Hawa tidak menemukan kesejatian dalam kemudahan surga, melainkan dalam peluh pencarian hingga puncaknya bermuara di Jabal Rahmah. Di sana, jarak menjadi saksi bahwa cinta yang teruji adalah cinta yang sanggup menempuh sunyi. Seperti halnya Yusuf dan Zulaikha, yang harus saling menjauh dari riuh rendah hasrat duniawi agar dapat kembali berpelukan dalam versi jiwa yang lebih murni dan dewasa. Jarak memaksa mereka melakukan saum atas keinginan fana, hingga tabir antara pecinta dan Sang Kekasih tersingkap, mengubah kerinduan yang haus menjadi pengabdian yang tulus. ​Di tungku sunyi, "aku" meluruh jadi "debu", Sebab cinta sejati tak butuh "memiliki" untuk menjadi "satu". ​Namun, di tengah bentangan jarak itu, manusia berdiri di ambang tipis antara keabadian dan keha...

Latest posts

Liturgi Hening

hilang...

Srigala Melolong Rembulan

rumah dan pulang

tiada sunyi

Jakarta, ibu durhaka

Pomalaa, belajar sunyi di tengah kebisingan

Ketika Kurawa Silau Olehmu, Teman..

sudut pandang

Membaca Resi Durna

malam tanpa nama

rinduable, diri sendiri