Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

(b)ayuku...

aku bukan lelaki waras, yang hidupnya lurus seperti garis penggaris, aku lebih seperti arang yang terbakar separuh, hitam di satu sisi, merah menyala di sisi lain... ​dan itulah kenapa, aku tak ingin kau menjadi air, karena aku takut mati, Nona... sebab air adalah akhir bagi sisa napasku, mengubah merahku menjadi abu dingin, yang bisu beku. ​namun, jangan pula kau menjadi api, karena aku takut jika harus, saling melahap habis. bukankah dua nyala yang beradu, hanya akan melahirkan jelaga, menjadi arang yang tak lagi punya rupa, lebur dalam amuk yang tak menyisakan apa-apa. ​jadilah (b)Ayu saja, sebagaimana nama kau punya. yang semilir menghidupkan baraku tanpa meluap dan membunuhku... yang datang tanpa membakar,  yang menyentuh tanpa memadamkan. ​aku hidup, kau hangat, dengan caramu yang bijaksana. biarkan aku tetap membara, dalam koyak peluk anginmu, tidak gigil, tidak gerah... aku tenang dan kau terima... di mana aku tak perlu mati karena air, dan tak perlu habis karen...

Latest posts

makhluk halus

di puasakan jarak

bertopeng lidah

malam

Liturgi Hening

hilang...

Srigala Melolong Rembulan

rumah dan pulang

tiada sunyi

Jakarta, ibu durhaka

Pomalaa, belajar sunyi di tengah kebisingan

Ketika Kurawa Silau Olehmu, Teman..