mimbar rias tuanku
Wahai engkau, Tuan... yang sibuk menata barisan, memaksa kami tunduk dan patuh, berseragam, berparuh militan. Wahai engkau, Tuan... yang sibuk merias wajah rumah ini, demi tampak asri dan romantis, berpura-pura saling mengasihi. Wahai engkau, Keparat... yang lupa kami ini manusia, melipat diri, mematahkan dada, demi menampung kebijakan egomu. Wahai engkau, Iblis yang mulia, malaikat yang bajingan. Bodohnya engkau, yang tak mengira antara kepala hati ada isi tanpa jeda Cukup sudah. Kau hanya perlu pura-pura, membuat kami sedikit merasa di terima dengan sederhana sebelum panggungmu runtuh, usahamu selesai hari ini. dan tuan bukan juaranya, tapi tuanlah pialanya bagi belantara yang butuh bertahan hidup tanpa bertaruh... Pomalaa, 20260819 duiCOsta_hatihati