Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

Wangi Busuk Seiring Sejalan

Ada, sungging senyum di rekah yang tak merah, hanya melihat kalian tumbuh. Indah mendinginkan darah. Ada, diatas ranjang takdir yang jalang, cukup merayakan tiap hirup napas Tidak di lapis tertinggi, tapi terbang. Ada,  yang merengkuh puncak kejayaan di balik cakrawala, ada pula yang dengan tabah, merajut ketahanan diri dalam sunyi. ​Lucunya,  aku jujur tersenyum untuk itu. Menangmu? Aku ikut senang. Sederhana... sebab bagiku, triumph milikmu  adalah ekstase yang merayap di bawah kulitku. Hanya tarian sunyi dari jiwa-jiwa  yang saling meminjam waktu. ​Tapi ya...  manusia memang suka aneh. ​Kalau langkahku adalah pedih matamu, dan dan begah bagi dadamu. ya sudah.  Bersetanlah dengan itu. ​Tak perlu repot-repot menghapus rias wajahmu. karena wewangian bangkai, sudah menusuk sejak lama,  dari jauh pula.. ​Bqhkan secara teori, mana ada kawan yang mati sesak  melihat panggung kawan riuh tepuk tangan? Kita, bukan itu Kebetulan saja, sesama b...

Latest posts

cieeee, aku kamu

Mengeja Takdir

Kalian Aku

puisi tak pernah puasa

puncak pencarian

Trnitas yang rabun

kaki tangan kepala, hati

SAPERE AUDE

Enam Enam Dua Enam

Seperti Yang Sudah-Sudah

risalah sunyi

lembar purba di senja baru