Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

jubah pion

Di Balik Jubah Pion: Dialektika Bayang dan Menjadi ​Dalam teater kehidupan, sering kali kita dipaksa mengenakan kostum yang paling sederhana: menjadi seorang pion. Bidak yang dianggap remeh, langkahnya kaku hanya satu kotak ke depan, dan sering kali dipandang sebagai tumbal bagi strategi besar yang tak ia pahami. Namun, filsafat sejati tidak melihat pada materi kayu atau plastiknya, melainkan pada lintasan kemungkinan yang ia bawa di dalam dirinya. Gambar pion dengan bayangan yang beragam ini adalah pengingat bahwa penguasaan diri adalah jembatan antara realitas yang sempit dan potensi yang tak terbatas. Bayangan yang membias dari satu bidak kecil itu bukanlah halusinasi, melainkan cermin dari esensi yang menunggu untuk diaktualisasikan melalui keteguhan hati. ​Keteguhan itu bermula dari kekuatan batin yang kokoh seperti bayangan benteng yang tegak lurus. Di tengah badai yang berusaha merubuhkan nilai-nilai, jiwa yang berdaulat tetap menjadi jangkar yang tak tergoyahkan. ​Aku adalah ba...

Latest posts

Rezim ini, Siluet!!

wajah kompeni anak-cucu Ken Arok

(b)ayuku...

makhluk halus

membaca debu Kurukshetra

di puasakan jarak

bertopeng lidah

malam

Liturgi Hening

hilang...

Srigala Melolong Rembulan

rumah dan pulang