Skip to main content

Posts

hatihati di jalan kurukshetra

jeda spasi karsa-rasa

Di hadapan cermin kesadaran yang hening, di kelilingi legam malam yang hangat oleh sunyi dan kesednirian, jiwa bertatap muka dengan bayang-bayangnya sendiri, membisikkan sebuah keraguan yang telah lama mengendap di relung dada: wahai diri, apakah sejatinya batas yang memisahkan antara cinta dan nafsu?  Dari kedalaman lembah paling sunyi, gema semesta menjawab dengan bisikan yang lembut namun tajam, bahwa nafsu adalah denyut rahasia kehidupan, sebuah hasrat biologis yang ditanamkan agar roda keberadaan terus berputar, sebab tanpanya, kehangatan tak pernah dimulai dan kemanusiaan akan punah ditelan dinginnya zaman. Lalu diri kembali bertanya dalam keheningan, jika demikian, di manakah gerak cinta bersemayam? Resonansi batin mendesir pelan, menegaskan bahwa cinta bergerak di ranah pautan jiwa, menjadi perekat tak kasatmata yang menjaga dua insan tetap tinggal dalam kesetiaan, bahkan ketika gelora gairah telah mereda ditelan waktu. ​Ada nestapa yang sering kali diusung manusia, yaitu k...

Latest posts

Dear, My Noble Adversary!

patologi lima perkara

residu dan aku

mimbar rias tuanku

isi hati kepala

Hilang di Sembilan Tahun

Monolog: Renungan Perayaan

tali daki dan ujungnya...

Dahaga

mahkota duri

Catatan Imigran: Keluasan

Abunawas dan Majenun