sudut pandang

kau bilang menolong adalah cahaya,
tapi aku melihatnya sebagai api yang menyala.
kau sebut memberi adalah kebaikan,
aku menyebutnya racun yang tersenyum.

logika manusia runtuh di tanganku,
setiap senyum yang tulus adalah perangkap,
setiap doa yang lirih adalah ejekan.
dalam mataku, 
semua yang suci adalah noda,
dan dunia menunduk pada bayangan yang kubentuk.

aku berjalan di lorong terbalik ini,
menyulam gelap pada benang terang,
mengubah setiap niat murni menjadi kutukan,
hingga moral yang kalian genggam,
hanyalah debu.

tetapi kau tetap bertahan,
mencoba menyalakan lilin di lorongku yang pekat.
dan meski aku menertawakan cahaya itu,
aku tahu, 
bahkan setan pun takut pada keberanian yang tulus.

bahkan,
sudah kusampaikan padamu,
alasan yang masuk akal
dan kau sanggah dengan kalimat 
“tergantung sudut pandang”.
dalam perspektif setan, 
kebaikan adalah dosa...
begitulah kata dari setan
aku wakilkan...

Pomalaa, 20251218
duiCOsta_hatihati 

Comments

Popular Posts