setara kaki kepala

peci tegak demi rupa,
baju lurus demi pandang.
tapi sendal jepit putus, kotor, 
tak sepasang lagi.
justru paling mengerti jalan pulang.

dia tak bertanya tujuan,
dia hanya ikut langkah.
tak haus sorot, tak tunduk panggung.
cukup tahu, 
kesetiaan tak butuh seragam agung.
tapak suci bukan soal sanjung

yang kau sanjung bersih di sajadah,
bersih rias mulia mimbar,
tak pernah menyentuh lumpur qadar.
tetap asing pada tanah dan bau pasar,
sedang sepasang kiri alas jepit, 
lapuk, compang dan terlupakan,
memanggul dosamu... 
selagi kau sibuk memilih warna.

Pomalaa, 20250712
duiCOsta_hatihati 

Comments

Popular Posts