Senja, terlambat mati
aku pun rebah,
di gigir senja yang lupa tenggelam,
seolah menunggu tepuk tangan
dari semesta yang sudah muak.
ditemani angin,
yang berkhotbah lirih tapi tak tahu peta,
mengibarkan janji-janji lembab
dari arah yang selalu salah.
dan damai pun datang,
bukan dari pencerahan,
melainkan dari kebosanan suci
atas nama-nama puncak,
yang tak sempat diberi gelar atau baptis,
karena dunia terlalu sibuk menamai omong kosong lain
dengan huruf Kapital, tebal, miring dan garis bawah.
Pomalaa, 20250706
duiCOsta_hatihati
Comments
Post a Comment