rumah ini, asing kembali
rumah ini,
delapan tahun lalu aku permisi,
dua kali pergi,
tiga kali kembali..
sementara menetap,
bergerilya menatap,
karena sekarang..
lamat-lamat lorong udara pengap,
ruang-ruang gelap, aku asing
rumah batu, dingin yang tak lagi saling..
tapi, sadarilah dui,
setiap karya yang benar-benar hidup,
akan memanggil bayangan penentangnya sendiri.
sebab keotentikan,
tak pernah lahir untuk disukai,
dia lahir untuk mengguncang tatanan,
yang terlalu mapan.
ada saat di mana kesedihan,
yang jujur lebih luhur daripada tawa yang direkayasa.
karena di balik duka yang tulus,
jiwa menemukan cermin ketenangan yang sejati.
terkadang,
air mata mengalir lebih agung,
dari ribuan anak sungai yang bingung,
kemana muara berujung.
asing..
ironisnya,
kerap justru dalam keasingan,
akul menemukan bentuk paling murni dari kedekatan,
sementara yang selama ini tampak karib,
diam-diam menegakkan tembok di antara rasa,
bukan rahasia,
hanya rias jati yang terkelupas,
hingga segala sesuatu yang pernah hangatpun,
kembali menjadi asing,
persis seperti sebelum,
aku dan kamu saling mengenal...
Pomalaa, 20251111
duiCOsta_hatihati
Comments
Post a Comment