ketika tuan rumah bertamu
lupakan keselamatan.
ia hanya selimut bagi pengecut.
hiduplah di tempat takutmu bersembunyi.
di sana, kau akan tahu siapa dirimu.
pergilah menuju,
tempat di mana langkahmu ragu.
peluklah siapapun,
yang kau sendiri selalu khawatir.
mati di tikam,
atau gila tak tertahan.
reputasi?
boneka dari kata orang.
hancurkan saja.
biarkan dunia bingung melihatmu jujur.
nama?
hanya cap di dahi fana.
tak perlu menjaganya,
biarkan ia mati bersama egomu.
biarkan hancur dan di abadikan...
sampai kau lahir kembali,
dengan wajah murung yang lain.
aku hanyalah tamu.
duduk di pangkuan,
bumi yang pura-pura sabar.
namun aku menangis,
seperti pengemis rohani,
meminta serpihan yang bukan milik siapa pun.
ketika takut kehilangan,
aku sedang menertawakan diri sendiri.
sebab tak ada yang pernah ku punya,
bahkan dirimu pun bukan milikmu.
pun demikian diriku.
cinta?
hanya debu yang diberi aroma.
kehidupan?
pinjaman dengan bunga waktu.
maka tenanglah.
lepaskan genggamanmu.
biarkan segalanya pergi,
karena mereka tak pernah benar-benar datang.
maaf, aku
dan kamu.
Pomalaa, 20251021
duiCOsta_hatihati
Comments
Post a Comment