air mata air peluh.

Apa yang terjadi
dengan jalanan yang pernah kulalui?
Asap waktu mengguratinya
dengan keriput kenangan yang membatu.

Wajahnya kusam, terkulai bisu
menggigil dalam senyap
menyimpan tangis
yang gagal lahir dari pelupuk malam.

Mata air air mata
dipinjam tubuh yang letih,
menjelma ribuan bruntus peluh
yang gugur tanpa jeda,
seperti hujan yang lupa caranya reda.

Di sana,
setiap retakan aspal
mengabarkan luka yang tak punya suara,
dan langkah-langkah lama
masih menggema
dalam sunyi yang menolak pulang...

Ujung Pandang, 20250801
duiCOsta_hatihati 

Comments

Popular Posts