prasasti rindu
Mengenangmu, Babe..
seperti memungut bunga yang gugur,
di musim tua,
lapuk warnanya,
namun harum kenangan tak juga reda.
Dalam kelopaknya,
ada pahit yang tercabik,
saat kau pergi diam-diam,
dan manis yang perlahan memudar
di bayang waktu yang tak bisa kusentuh.
Setiap jatuhnya,
adalah doa yang mencari kedamaian
di tanah beku yang memeluk sunyi,
di atas prasasti,
yang kini kusebut,
rindu...!!
Yogyakarta, 20250806
duiCOsta_hatihati
Comments
Post a Comment