rindu pergi, aku mati
Ada jiwa yang memilih diam,
lebih sunyi dari sunyi itu sendiri.
Tak menuntut tanda, tak mencari arti,
hanya berjalan bersama rahasia Sang Waktu.
Tempat ini mungkin merasa tak kehilangan,
hingga saat hening berubah asing,
dan ruang merindukan sesuatu
yang tak pernah sempat dipeluk.
Ia akan kembali, entah dalam rupa apa,
mungkin hanya bayang di mata letih,
atau gema yang singgah di dada,
cukup untuk mengingatkan.
Yang kau abaikan di hadapanmu,
akan menjadi luka dalam rindumu,
saat ia berpindah,
tanpa alamat untuk kembali.
apakah syaratmu candu,
aku pergi?
atau sadarmu rindu,
aku mati?
atau mungkin seperti kata?
di halaman buku tak kau baca,
dan kau kembali saat di halaman daftar pustaka?
Pomalaa, 20250903
duiCOsta_hatihati
Comments
Post a Comment